Tampilkan postingan dengan label penyempitan saluran rahim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyempitan saluran rahim. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2015

Cara Penanganan dan Penyembuhan Infertilitas

Infertilitas atau ketidaksuburan,pada umumnya bisa disembuhkan.Kalau pada artikel sebelumnya kita membahas tentang penyebab terjadinya Infertilitas atau ketidaksuburan,kali ini kita akan membahas cara penanganan dan penyembuhan Infertilitas atau ketidaksuburan. Untuk mengetahui faktor penyebab Infertilitas atau ketidaksuburan,setiap pasangan sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui gangguan Infertilitas atau ketidaksuburan.Biasanya dalam penanganannya,dokter akan melakukan beberapa tahapan.Yang pertama biasanya dokter akan melakukan wawancara dulu dengan pasangan pasien mengenai keluhan yang dialami.Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan tambahan. Pemeriksaan tambahan bisa menggunakan beberapa alat untuk melihat keadaan rahim,yaitu dengan menggunakan USG atau dengan HSG dan cek darah atau hormonal untuk pemeriksaan pada wanita.Adapun untuk pemeriksaan pada pria biasanya dokter akan melakukan analisa pada kualitas sperma pria. Cara penanganannya tergantung dari kondisi gangguan dan penyebab dari Infertilitas atau ketidaksuburan yang terjadi.Misalkan pada wanita penyebabnya dikarenakan,sel telur yang tidak matang,maka diberikan obat yang berguna untuk meningkatkan proses kematangan sel telur.Untuk Infertilitas atau ketidaksuburan yang disebabkan saluran rahim mengalami penyempitan,terutama dua saluran rahim mengalami kebuntuan maka pasangan pasien harus dianjurkan untuk melakukan proses bayi tabung.Sedangkan bila diindikasi adanya tumor,maka akan dilakukan operasi. Untuk pria,faktor penyebab terjadinya Infertilitas atau ketidaksuburan ini cenderung pada masalah sperma yang dihasilkan sedikit.Biasanya diberikan beberapa obat yang yang bisa meningkatkan sperma yang dihasilkan,dan apabila dinilai kurang maka dilakukan suntik hormon.Jumlah sperma normal setiap pria harus diatas 15 juta setiap satu kali ejakulasi,apabila kurang dari itu dapat dikatakan sperma kurang baik atau normal. Untuk pasangan muda,sebaiknya sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan atau pengecekan kesehatan terlebih dahulu sebelum menikah.Serta hendaknya juga mengkonsumsi makanan yang bergizi dan sebaiknya menghindari atau menjauhi aktifitas yang berlebihan yang dapat menyebabkan terjadinya Infertilitas atau ketidaksuburan.

Rabu, 25 Maret 2015

Penyebab Terjadinya Infertilitas atau Ketidaksuburan

Infertilitas atau ketidaksuburan seringkali dihadapi pasangan muda yang berusaha untuk hamil dan mempunyai anak.Dimana kendala ketidaksuburan atau Infertilitas kadang menjadi hal yang sangat dikhawatirkan oleh pasangan yang sudah menikah.Sebanyak 15 persen pasangan diperkirakan memiliki masalah dengan kesuburan. Menurut sejumlah dokter Spesialis Kandungan dan Bayi Tabung,Infertilitas atau ketidaksuburan merupakan masalah yang sering terjadi pada pasangan yang baru menikah.Penyebab Infertilitas atau ketidaksuburan yang terjadi pada suatu pasangan itu bisa berasal dari pria(suami) atau wanita(istri). Untuk pria atau suami,penyebab terjadinya Infertilitas atau ketidaksuburan ini dapat dilihat berdasarkan tiga faktor penting,yaitu dari jumlah sperma yang cukup,gerak sperma yang aktif,dan bentuk sperma yang normal.Kasus yang paling banyak terjadi pada pria adalah karena faktor gerak sperma yang tidak aktif.Dimana ini sangat mempengaruhi proses pembuahan,serta ada juga karena faktor jumlah sperma yang kurang.Penyebab sperma yang kurang baik pada pria diakibatkan dari faktor makanan yang dikonsumsi,serta pengaruh dari kondisi kejiwaan atau stress yang membuat kualitas sperma yang dihasilkan kurang baik. Adapun untuk wanita,faktor penyebab terjadinya Infertilitas atau ketidaksuburan dikarenakan oleh faktor rahim,faktor saluran rahim dan indung telur.Penyebab Infertilitas yang paling besar pada wanita adalah karena faktor saluran rahim yang terjadi penyempitan,kemudian gangguan perkembangan sel telur.