Bila kita mendengar kata bedah jantung,maka banyak diantara kita yang langsung bergidik ngeri.Padahal,kini teknologi bedah jantung semakin canggih dan noninvasif dengan hasil luka yang kecil.Jangka waktu perawatan di rumah sakit juga semakin singkat atau lebih cepat.
Menurut sejumlah dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular,di Indonesia sudah sering jika dokter melakukan operasi yang sifatnya noninvasif,yaitu operasi bedah di mana menghasilkan bukaan luka yang kecil dan rasa sakit yang ditimbulkan juga kecil jika dibandingkan dengan operasi terbuka.
Secara umum,ada tiga jenis operasi bedah jantung.Yang pertama adalah operasi bedah jantung pintas pembuluh darah atau biasa disebut dengan operasi bedah Bypass.
Operasi bedah jantung bypass ini bertujuan membuat saluran darah yang baru,dikarenakan saluran darah yang lama mengalami penyumbatan.
Operasi bedah jantung yang kedua adalah operasi perbaikan atau ganti katup jantung.Operasi bedah jantung ini biasanya dilakukan bila ada kelainan pada jantung,baik karena infeksi atau rusak,sehingga jantung tidak bisa menutup sempurna.Kondisi ini mengakibatkan aliran darah jantung yang seharusnya searah menjadi bolak-balik.
Yang ketiga atau terakhir adalah operasi bedah jantung bawaan.Yaitu operasi bedah jantung yang bertujuan untuk menutup celah dengan selaput yang berasal dari jantung itu sendiri.Biasanya operasi ini dilakukan pada anak2 yang mengalami kelainan jantung bawaan lahir.
Pada operasi bypass,saat ini sudah bisa dilakukan dengan alat atau mesin yang berfungsi menggantikan fungsi jantung selama proses operasi bedah tersebut.Peralatan yang digunakan dalam operasi ini pun,semakin baik dan canggih dengan bantuan kamera yang bisa membantu dokter saat operasi dilakukan.
bila dahulu operasi bypass dilakukan dengan mengambil pembuluh darah di kaki dengan bekas luka yang cukup besar,tapi kini dokter cukup memasukkan alat dengan membuka luka berdiameter sekitar 2 sentimeter sedangkan jika Melakukan operasi konvensional perlu bukaan sampai 20cm,tetapi dengan noninvasif bukaan hanya perlu 1-2 sentimeter.Selain daripada itu,lama waktu perawatan di rumah sakit juga berlangsung lebih singkat.Lama operasi sekitar 3-4 jam,lalu selama 1-2 hari pasien di ICU dan dua hari pindah ke ruangan untuk menjalani fisioterapi setelah itu pasien diperbolehkan untuk pulang.
Demikianlah fakta seputar operasi bedah jantung dan jenis-jenis operasi bedah jantung semoga bermanfaat.
Selasa, 31 Maret 2015
Operasi Bedah Jantung dan Jenisnya
Bila kita mendengar kata bedah jantung,maka banyak diantara kita yang langsung bergidik ngeri.Padahal,kini teknologi bedah jantung semakin canggih dan noninvasif dengan hasil luka yang kecil.Jangka waktu perawatan di rumah sakit juga semakin singkat atau lebih cepat.
Menurut sejumlah dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular,di Indonesia sudah sering jika dokter melakukan operasi yang sifatnya noninvasif,yaitu operasi bedah di mana menghasilkan bukaan luka yang kecil dan rasa sakit yang ditimbulkan juga kecil jika dibandingkan dengan operasi terbuka.
Secara umum,ada tiga jenis operasi bedah jantung.Yang pertama adalah operasi bedah jantung pintas pembuluh darah atau biasa disebut dengan operasi bedah Bypass.
Operasi bedah jantung bypass ini bertujuan membuat saluran darah yang baru,dikarenakan saluran darah yang lama mengalami penyumbatan.
Operasi bedah jantung yang kedua adalah operasi perbaikan atau ganti katup jantung.Operasi bedah jantung ini biasanya dilakukan bila ada kelainan pada jantung,baik karena infeksi atau rusak,sehingga jantung tidak bisa menutup sempurna.Kondisi ini mengakibatkan aliran darah jantung yang seharusnya searah menjadi bolak-balik.
Yang ketiga atau terakhir adalah operasi bedah jantung bawaan.Yaitu operasi bedah jantung yang bertujuan untuk menutup celah dengan selaput yang berasal dari jantung itu sendiri.Biasanya operasi ini dilakukan pada anak2 yang mengalami kelainan jantung bawaan lahir.
Pada operasi bypass,saat ini sudah bisa dilakukan dengan alat atau mesin yang berfungsi menggantikan fungsi jantung selama proses operasi bedah tersebut.Peralatan yang digunakan dalam operasi ini pun,semakin baik dan canggih dengan bantuan kamera yang bisa membantu dokter saat operasi dilakukan.
bila dahulu operasi bypass dilakukan dengan mengambil pembuluh darah di kaki dengan bekas luka yang cukup besar,tapi kini dokter cukup memasukkan alat dengan membuka luka berdiameter sekitar 2 sentimeter sedangkan jika Melakukan operasi konvensional perlu bukaan sampai 20cm,tetapi dengan noninvasif bukaan hanya perlu 1-2 sentimeter.Selain daripada itu,lama waktu perawatan di rumah sakit juga berlangsung lebih singkat.Lama operasi sekitar 3-4 jam,lalu selama 1-2 hari pasien di ICU dan dua hari pindah ke ruangan untuk menjalani fisioterapi setelah itu pasien diperbolehkan untuk pulang.
Demikianlah fakta seputar operasi bedah jantung dan jenis-jenis operasi bedah jantung semoga bermanfaat.
Senin, 30 Maret 2015
Cara Mengatasi Kulit Wajah Berminyak
Memiliki kulit wajah yang bersih dan sehat,merupakan dambaan setiap wanita.Terlebih jika wanita tersebut memiliki masalah kulit wajah berminyak.
Minyak pada wajah dapat muncul kapan saja apa lagi jika berkeringat dan melakukan banyak aktivitas di ruangan non-AC.Peningkatan produksi minyak pada kulit wajah,dapat dipicu oleh beberapa faktor,seperti faktor psikologis,faktor stres,kecemasan dan lainnya.
Cara terbaik mengatasi kulit wajah berminyak adalah dengan rajin membersihkan wajah secara teratur pada pagi dan malam hari.Membersihkan wajah dengan pembersih wajah berupa susu pembersih tanpa waslap justru akan memacu pengeluaran minyak pada kulit wajah lebih banyak.
Pembersih wajah yang mengandung asam seperti beta-hydroxy acid,glycolic acid,salicylic acid,peroxide,atau benzoyl juga dapat meminimalisir produksi minyak pada kulit wajah.Setiap wanita umumnya memiliki tingkat kecocokan yang berbeda untuk masing-masing produk pembersih wajah.Untuk itu,cari dan gunakanlah jenis produk yang paling dirasa cocok bagi kulit wajah.Dan juga sebaiknya gunakanlah air hangat saat mencuci muka untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Jika pembersih wajah atau cleanser tidak membantu,kamu dapat menggunakan toner.Cairan toner cenderung dingin saat digunakan dan dapat membantu mengurangi minyak berlebih pada kulit wajah.Gunakanlah toner pada area T pada wajah yang berminyak,seperti dagu,hidung dan dahi.Hindarilah penggunaan toner pada kulit wajah yang cenderung tak berminyak karena dapat mengakibatkan kulit wajah terlampau kering dan dapat memicu terjadinya produksi minyak yang berlebihan pada kulit wajah.
Hampir serupa dengan cleanser dan toner,masker wajah juga dapat mengurangi minyak di kulit wajah sekaligus mampu mengecilkan pori-pori.Tetapi sebaiknya penggunaan masker wajah dibatasi,karena beresiko membuat kulit wajah menjadi terlalu kering.Gunakanlah masker wajah sesekali saja jika ingin tampil lebih segar sebelum acara penting,seperti pesta,pernikahan dan lainnya.
Selain masker wajah,bisa juga menggunakan kertas minyak.Kelebihan dari kertas minyak adalah tidak menyebabkan kulit terlalu kering.Sebaiknya gunakan kertas minyak pada area T selama 15-20 detik,agar minyak dapat terangkat sempurna dan bisa juga menggunakan kertas minyak yang telah dilengkapi taburan bedak untuk membuat wajah kembali segar dan berseri-seri.
Sabtu, 28 Maret 2015
Cara Penanganan dan Penyembuhan Infertilitas
Infertilitas atau ketidaksuburan,pada umumnya bisa disembuhkan.Kalau pada artikel sebelumnya kita membahas tentang penyebab terjadinya Infertilitas atau ketidaksuburan,kali ini kita akan membahas cara penanganan dan penyembuhan Infertilitas atau ketidaksuburan.
Untuk mengetahui faktor penyebab Infertilitas atau ketidaksuburan,setiap pasangan sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui gangguan Infertilitas atau ketidaksuburan.Biasanya dalam penanganannya,dokter akan melakukan beberapa tahapan.Yang pertama biasanya dokter akan melakukan wawancara dulu dengan pasangan pasien mengenai keluhan yang dialami.Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan tambahan.
Pemeriksaan tambahan bisa menggunakan beberapa alat untuk melihat keadaan rahim,yaitu dengan menggunakan USG atau dengan HSG dan cek darah atau hormonal untuk pemeriksaan pada wanita.Adapun untuk pemeriksaan pada pria biasanya dokter akan melakukan analisa pada kualitas sperma pria.
Cara penanganannya tergantung dari kondisi gangguan dan penyebab dari Infertilitas atau ketidaksuburan yang terjadi.Misalkan pada wanita penyebabnya dikarenakan,sel telur yang tidak matang,maka diberikan obat yang berguna untuk meningkatkan proses kematangan sel telur.Untuk Infertilitas atau ketidaksuburan yang disebabkan saluran rahim mengalami penyempitan,terutama dua saluran rahim mengalami kebuntuan maka pasangan pasien harus dianjurkan untuk melakukan proses bayi tabung.Sedangkan bila diindikasi adanya tumor,maka akan dilakukan operasi.
Untuk pria,faktor penyebab terjadinya Infertilitas atau ketidaksuburan ini cenderung pada masalah sperma yang dihasilkan sedikit.Biasanya diberikan beberapa obat yang yang bisa meningkatkan sperma yang dihasilkan,dan apabila dinilai kurang maka dilakukan suntik hormon.Jumlah sperma normal setiap pria harus diatas 15 juta setiap satu kali ejakulasi,apabila kurang dari itu dapat dikatakan sperma kurang baik atau normal. Untuk pasangan muda,sebaiknya sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan atau pengecekan kesehatan terlebih dahulu sebelum menikah.Serta hendaknya juga mengkonsumsi makanan yang bergizi dan sebaiknya menghindari atau menjauhi aktifitas yang berlebihan yang dapat menyebabkan terjadinya Infertilitas atau ketidaksuburan.
Langganan:
Postingan (Atom)